Mode : Berjiwa Besar
Pada suatu waktu aku merasa sangat dan bosan dengan kehidupan ini dan ingin berhenti dari semuanya, berhenti dari pekerjaan, hubungan, spiritual… dan berhenti untuk hidup.
Aku pergi ke tengah meneroka kealam maya ini dan ingin mencari sesuatu untuk kembalikan ruh atau semangat.
“Tuhan, mohon berikan aku satu perumpamaan untuk tetap hidup dan berjuang?”
Ternyata jawapan Maha Pencipta yang Agung sangat mengejutkan….” Menemukan…”
“Aku terjumpa satu berbandingan antara tanaman rumput dan pohon buluh di salam satu website yang dibaca, yang sangat menarik ceritanya untuk aku kongsi.
“aku terus membaca dan hasillah entry ini. Selama membaca.
Yang Maha Pencipta mulai berkata-kata :
“Saat aku menanam benih rumput dan Buluh, aku memelihara mereka dengan sangat baik dan hati-hati. Aku memberi mereka sinar matahari, menyirami dengan air seadil-adilnya. Tanaman rumput tumbuh dengan sangat cepat. Daun-daunnya yang hijau tumbuh rimbun sampai menutupi tanah disekelilingnya. Sedangkan benih Buluh belum memperlihatkan apapun.
Tetapi aku tidak menyerah dan tetap memelihara mereka dengan baik dan adil.
Buluh vs Rumput
Pada tahun kedua, tanaman rumput tumbuh makin subur, rimbun dan makin bertambah banyak. Tetapi, benih Buluh tetap belum memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan.
Pada tahun ketiga, benih Buluh masih sama seperti sebelumnya. Tetapi, tetap Aku tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun keempat masih sama saja. Aku bertahan untuk tidak menyerah.
Kemudian, pada tahun kelima, tunas kecil mulai muncul dari benih buluh. Jika dibandingkan dengan tanaman rumput, tunas ini sangat kecil dan sepertinya tidak sebanding dengan tanaman rumput.
Tetapi 6 tahun kemudian pohon Buluh tumbuh hingga mencapai ketinggian 100 kaki.
Ternyata Buluh menghabiskan waktu 5 tahun untuk menumbuhkan dan menguatkan akarnya. Akar-akar tersebut membuat Buluh menjadi sangat kuat sehingga kukuh menghadapi keadaan alam yang berubah-ubah. Bahkan pohon Buluh sangat berguna untuk kehidupan.
Aku tidak akan memberikan cubaan yang lebih berat dari kemampuannya kepada ciptaanku.”
Aku terdiam. Menyemak baik-baik.
“Anakku, apakah kamu sedar, selama ini kamu telah berjuang dan memperkuat akar?
Aku tidak menyerah saat menanam benih dan memelihara pohon Buluh, begitu juga denganmu. Jangan membandingkan dirimu dengan yang lain. Buluh mempunyai fungsi yang berbeza dengan rumput, tetapi tetap mereka membuat hutan menjadi indah.
Waktumu akan tiba dan kamu akan tumbuh dengan tinggi.”
“Tetapi, seberapa tinggi saya harus tumbuh?” tanyaku.
Maha Pencipta menjawab: “Seberapa tinggi pohon Buluh tumbuh?”
“Apakah setinggi kemampuan dan usahanya?” tanyaku lagi
“Benar Anakku. Berusahalah sebaik dan semaksimal mungkin.”
Perjuangan masih belum selesai
Perjuangan ini adalah jihad. Aqidah dan jihad ibarat sebatang pokok yang mana aqidah sebagai akarnya dan pucuknya adalah jihad.
“Wahai orang-orang yang beriman, mahukah Aku tunjukkan kepadamu suatu perniagaan yang akan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
(Iaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nyadan berjuang pada jalan Allah dengan harta dan dirimu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(Surah As-Shaf : 10-11)
Jangan pernah menyesali setiap hari dalam kehidupan kita. Hari-hari yang baik memberi kebahagiaan; hari-hari yang buruk memberi pengalaman tak ternilai, keduanya sangat berharga.
Marilah kita sama-sama mengikhlaskan diri dalam perjuangan ini hanya untuk Allahu Subhanahu Wa Ta’ala.
Aqidah mestilah diperjuangkan, Dan perjuangan mestilah berteraskan aqidah.
Ya Allah, ampunilah segala dosa hamba-Mu ini. Sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat hamba-Mu.
Maha Suci Allah, lindungilah dan jauhilah daku daripada segala kemaksiatan dalam menempuhi kehidupan di dunia ini.
Ya Allah tetapkanlah hatiku dalam nikmat iman dan Islam serta tetapkanlah hatiku dalam perjuangan demi menggapai redha-Mu.
Ya Allah tabahkanlah hatiku dalam menghadapi ranjau-ranjau, liku-liku perjuangan ini.
Ameen…
Bayt Malizi : 05.46 malam : Mode Berjiwa Besar
“Peringatan: Gambar dan Ilutrasi yang terdapat dalam blog ini adalah hiasan semata-mata dan tidak ada kena mengena dengan lain-lain implikasi blog ini” (admin-shakirshafiee) ©1431 Hakcipta Tak Terpelihara















Shakir Shafiee